STRATEGI PENGELOLAAN EMOSI DAN RESILIENSI SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGHADAPI PERUNDUNGAN DI LINGKUNGAN DARING DAN LURING
Keywords:
Pengelolaan Emosi, , Resiliensi, Perundungan, , Siswa Sekolah Dasar, , Daring, Luring.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana siswa sekolah dasar mengelola emosi dan membangun resiliensi ketika menghadapi perundungan, baik di lingkungan daring maupun luring. Perundungan masih menjadi masalah yang cukup sering terjadi di sekolah dasar, terutama karena anak-anak pada tahap usia ini belum memiliki kemampuan regulasi emosi yang matang untuk menghadapi tekanan sosial dari teman sebaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang dilakukan di dua sekolah dasar di wilayah Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan siswa korban perundungan, guru BK, serta orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menggunakan dua bentuk strategi utama dalam mengelola emosinya, yaitu strategi internal dan strategi eksternal. Strategi internal dilakukan melalui self-talk positif, menenangkan diri, dan mencoba mengubah cara pandang terhadap situasi yang dialami. Sedangkan strategi eksternal lebih banyak dilakukan dengan bercerita kepada teman dekat, guru, atau orang tua. Faktor yang paling mendukung munculnya resiliensi adalah adanya dukungan sosial dan lingkungan sekolah yang terbuka, sementara hambatan utamanya berasal dari rasa takut, tekanan sosial, dan kurangnya sistem penanganan dari pihak sekolah. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mengelola emosi dan dukungan sosial yang kuat menjadi kunci penting dalam membantu siswa bangkit dari pengalaman perundungan, baik di dunia nyata maupun di dunia digital.